Mendengarkan itu..

Mendengarkan itu bukan hanya sekedar menganggukkan kepala, tetapi mendengarkan itu adalah bentuk dari penghormatan diri atas isi hati seseorang, hingga kita mau dan mampu menundukkan hati ini untuk mengerti dan memahami pesannya. Pandai – pandai lah belajar mendengarkan, karena disana ada pesan Tuhan atas doa – doa mu.

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.”

(An Nisa: 86)

Sapa

Ingatkah kau? Ketika ku pandangi kau dari kejauhan, aku tahu kau menyadarinya, hanya saja kau enggan tuk menoleh. Kau pun berlalu tak sempat sampaikan salam bersama senja yang turut menghilang.

[2008]

 

Sandiwara

Ia melantunkan kepul asap itu ke udara dan tak ada yang segan untuk menghalanginya. Tersiku lengannya di atas meja dengan jemari yang dipaksa mengapit sebatang candu. Diangkatnya segelas kopi hangat, tapi tak kunjung ia meminumnya. Terlalu panas, gelagatnya.

Kedepan tatapannya, kosong. Ia pun segeramemulai perbincangan dengan akalnya, jiwa turut merambat naik dan segera bersanding duduk bersama, tak ada yang rela menengahi mereka. Semua begitu nyata, terkecuali untuk kepalsuan yang ada pada khayal.

 

Gambar : teen488.blogspot.com

Samar – samar apa yang sudah diketahuinya sejak lama, seketika ia pun tenggelam dalam pergulatan yang sengit. Kini ia menjadi penonton yang sopan ketika dua itu berdebat, terduduk manis ia dengan raut wajah yang mendayu dan mendayung emosi. Seketika ia tak lagi berpegang kepada mereka, ia hanya berdoa dan semoga Tuhan adalah segala – galanya dalam harapan.

Bertengkar adalah salah satu cara kita untuk saling mengenal.

[M.S]

What are you thinking about will create your future!

Pikiran ini selalu melambung ke atas, tidak bisa dijangkau dan selalu meloncat – loncat. Dan 60% dari 24 jam yang saya punya dalam satu hari, saya menghabiskan waktu tuk mengawang ke angan saya itu.

 

Dan satu hal saya pahami mengenai pikiran saya adalah You’re what are you thinking about.

 

Ya! Saya paham betul kalimat itu mempengaruhi hidup saya, meskipun saya masih berusia yang bisa dibilang muda, tapi apa yang saya dapat lakukan dan kerjakan itu adalah hasil dari buah pikiran saya itu!

 

Otak adalah buah tangan Allah SWT yang tiada tandingannya, dosen mata kuliah Gelombang saya pun mengamininya. Beliau berkata apa kau lihat di dalam dunia ini semuanya adalah fana, tangan yang berjari lima, wajah yang nan cantik dan tampan, kesuksessan dan kegagalan adalah ciptaan dari otak mu itu sendiri yang diterjemahkan oleh tipu daya mata!

 

Menarik sekali!

 

Oke, mari kita langsung mengaplikasikannya.

 

Sebutkan atau minimal bayangkan apa saja yang anda inginkan,

 

Katakan saja anda menginginkan sebuah Motor Kawasaki keluaran terbaru, anda memandangi motor tersebut tetapi anda tak cukup mempunyai uang untuk membelinya dan ada dua hal yang mungkin anda pikirkan :

 

1. Anda tidak bisa membelinya karena keterbatasan yang anda miliki dan pergi saja

 

2. Anda tidak bisa membelinya karena keterbatasan yang anda miliki tetapi anda mengimpikannya mempunyai motor itu

 

Dan hal yang akan terjadi adalah :

 

Kasus No. 1 ; Ketika anda pergi saja karena tidak mampu tuk membelinya, anda harus percaya bahwa anda tidak akan pernah mampu atupun bisa memilikinya. Kenapa? Karena anda sendirilah yang menginginkannya demikian! Secara langsung anda telah menanamkan pikiran negatif kepada diri anda untuk tidak mempunyai motor itu, anda terlalu pesimis serta berpasrah pada keadaan yang sekarang!

 

Kasus No. 2 ; Ketika anda memandanginya dan benar – benar menginginkannya, tapi anda tahu keadaan anda sekarang ini tidak cukup tuk membelinya, tetaplah pertahankan pikiran itu! Ya, ketika anda berpusat pada pikiran positif itu, secara otomatis otak anda akan merespon hal tersebut dan mengeluarkan gairah itu kedalam diri anda yang bagaimana pun juga anda akan membuat angan anda itu terwujud, entah anda menambah usaha anda tuk menambah uang sebanyak – banyaknya atau apapun itu!

 

Jadi begini saudara, ada dua macam pikiran yang biasa kita tanamkanm pada diri kita, yaitu Pikiran Positif serta Pikiran Negatif. Anda jangan main – main dengan Pikiran Negatif anda, karena ketika anda memang berpusat kepada pikiran itu hal yang lebih buruk mungkin akan terjadi, begitu pun juga sebaliknya ketika anda berpusat pada Pikiran Positif anda.

 

Selamat Bermimpi!

Insan dalam Kepemimpinan

Tiap insan manusia adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri, meskipun tidak semua orang menjadi pemimpin tetapi secara misi (tanggung jawab hidup) semua orang adalah pemimpin, namun apa yang membedakan antara satu orang (pemimpin) dengan orang yang lainnya? Salah satunya yaitu adalah sebuah keputusan. Kepemimpinan melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan diri seseorang menemukan visi misi hidupnya, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkunganya dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, saat itulah seorang pemimpin sejati lahir. InsyaAllah.

 

Tugas seorang pemimpin secara misi adalah mengambil keputusan untuk dirinya utnuk meraih apa yang diinginkan dengan menggunakan sumber kekuatan yang dimiliki. Mengapa keputusan begitu penting bagi seorang pemimpin? Karena dengan keputusannya itulah ia mampu merubah nasib organisasi yang ia pimpin.

 

Dan apa yang kita lakukan bukanlah hasil dari apa yang keadaan suruh tapi hasil dari apa yang disuruh oleh keputusan kita. Keputusan itu adalah jembatan tunggal antara kreasi mental (apa yang ada di kepala kita) dan kreasi fisik ( apa yang kita lakukan). Sebuah keputusan yang dibuat oleh seorang pemimpin yang penting adalah :

 

  1. Kesadaran untuk meraih prestasi kearah yang lebih tinggi dengan menggunakan kemampuan yang kita miliki.
  2. Kemauan keras, dimana pun, apa pun dan dalam keadaan apapun kita, pilihan selalu terbuka anntara kita memliki kemauan keras dank eras kepala. Kemauan keras adalah dorongan yang mucul dari dalamdiri kita untuk maju sedangkan keras kepala adalah dorongan yang muncul dari dalam untuk menolak kemajuan
  3.  

  4. Fakta yang mendukung kemaun dan kesadaran
  5.  

  6. Kepercayaan diri
  7.  

  8. Keberanian yang didasari landasan berani karena kita memiliki landasan yang benar untuk berani, bukan sekedar landasan yang kita kita benarkan sendiri.

 

Itulah yang membuat antara pemimpin dengan seorang manager mempunyai peranan berbeda, jika pemimpin “ Do the right things” sedangkan manager “Do a things right” (saya lupa baca hal ini di buku apa).

 

Seorang pemimpin juga harus mempunyai visi, visi adalah apa yang dicetak oleh pikiran kita tentang diri kita di masa depan, atau apa yang dibayangkan oleh ktia tentang diri kita di kepala tentang hari depan. Ibarat sebuah naskah film apakah anda membayangkan diri anda sebagai seorang pahlawan yang menang atau seorang pecundang yang kalah dan selalu menjadi korban? Visi yang jelas ke depan, yaitu apa yang dicetak oleh imajinasi kita adalah apa yang akan dicetak oleh tindakan kita. Seorang pelukis yang menghasilkan karya seni indah tidak langsung mencoret – coret kertas dengan pena lukis, mereka melukis terlebih dahulu di kanvas imajinasinya, baru dituangkan ke atas kertas.

Managing People

Peran SDM dari suatu kepanitian memiliki peran yang sangat teramat penting, terlebih lagi pada kegiatan PAB ini yang membutuhkan SDM yang sangat banyak dengan peserta yang banyak pula. Lalu bagaimana me-manage SDM yang begitu banyak?

 

Pertama, visi misi yang jelas. Visi misi yang dibuat ketua haruslah jelas dan seluruh panitia yang ada didalamnya harus paham betul apa yang akan dicapai dan dituju pada kepanitiaaan itu, karena bagaimana mereka bisa berkerja maksimal dan mempunyai komitmen yang lebih jika mereka tidak tahu apa yang mereka kerjakan itu teruntuk apa.

 

Kedua, kekuatan sinergi. Tiap panitia yang ada di kepanitiaan tersebut harus mengerti peran apa saja yang mereka miliki, jadi ada kesinambungan antar bidang satu dengan bidang yang lainnya tanpa harus saling mendahului. Seperti salah satunya adanya jalur komando di panitia tersebut, misalkan jalur komando itu adalah Ketua Pelaksana < > Kabid < > Koorbid < > Wakorbid < > Operational Committee. Jadi jelas hubungan peran tersebut ada dimana dan bagaimana memaksimalkannya.

 

Ketiga, pengembangan kompetensi. Ketika tiap panitia sudah tahu apa perannya di kepanitiaan tersebut, alangkah baiknya kita mengembangkan kemampuan mereka di bidang yang diminatinya sehingga ketika sinergisitas tersebut dibutuhkan mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya.

 

Dari ketiga point tersebut memang secara gamblang hanya dijelaskan garis besarnya saja, dan ada hal yang terpenting dari itu semua mengenai bagaimana kepanitiaan itu bisa berjalan dengan baik yaitu, Komunikasi, Kepercayaan dan Kekeluargaan akan Keprofesionalan.

 

Komunikasi yang baik secara menyeluruh dari ketua pelaksana (Core Committee) hingga ke OC haruslah terjalin baik. Hingga CC itu tahu apa yang dibutuhkan oleh teman – teman OC nya begitu juga dengan OC yang tahu keadaan Panitia Inti bagaimana. Ketika bentuk komunikasi sudah tercapai dengan maksimal disinilah bentuk kepercayaan antar panitia tumbuh, saling membutuhkan dan saling tergantung akan perannya masing – masing. Begitu juga dengan rasa Kekeluargaan.

Insya Allah