Wawancara Dekan FE UNPAD

Hasil wawancara dengan Dekan FE UNPAD – Tema : Kepemimpinan

DEKAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PADJADJARAN

Nama                                         : Prof. Dr. Ernie Tisnawati Sule, M.Si

Tempat Tanggal Lahir         : Bandung, 18 april 1954

Agama                                        : Islam

Riwayat pendidikan :

SD Katholik Saint Joseph Medan

SMP Harapan Medan

SMA Negeri 1 Medan

SMA Negeri 5 Bandung

S1 FE UNPAD

Suami : Adjie Komaruddin

Anak : Bella Dini Nur Annisa, Kautsar Muhammad Islam

Prof. Dr. Ernie Tisnawati Sule, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran,  lahir di Bandung, pada tanggal 18 april 1954. Pada tahun 1952, ayahnya yang seorang birokrat dipindahtugaskan ke Medan sebagai kepala depdikbud Sumatera Utara pada saat itu. Predikat ayahnya tersebut menjadikan suatu tuntutan bagi Prof. Ernie sekaligus Motivasi beliau dalam melakukan sesuatu hal terutama didalam kelas, Ernie selalu berprestasi. Sejak kecil Ernie dikenal sebagai sosok yang senang tampil dan senang bergaul.

Pada tahun 1952-1970 inilah  Ernie kecil dibentuk sebagai orang Sunda yang dikenal lembut, santun dan halus dalam bertindak tumbuh di lingkungan orang medan yang tegas dan berterus terang menyampaikan apa adanya. Campuran dari kedua adat tersebut, menjadikan beliau sebagai sosok individu yang unik.

Ernie dibesarkan oleh karakter orang tua yang galak, perhatian tapi juga akrab dengan semua orang. Selama SD dan SMP Prof. Ernie dikenal sebagai anak yang pandai tapi juga eksis, dengan tata buku dan bahasa Inggris sebagai pelajaran Favoritnya. Pada saat SMA, Ernie mengikuti Taruna Karya yang aktif dalam kegiatan di lingkungan rumah, seperti tujuhbelasan dan sebagainya. Inilah yang menjadi bibit minat Ernie dalam bidang keorganisasian.

Pada tahun 1973, Selulusnya dari SMA, beliau mendaftarkan diri di Fakultas favorit, Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, yang langsung masuk pada gelombang 1, yang pada saat itu hanya menerima 24 orang Mahasiswa saja.

Di bangku perkuliahan, Ernie tumbuh menjadi seorang aktivis organisasi baik di dalam kampus seperti Pers mahasiswa dengan ketua Prof. Didin Damanhuri, Dewan Mahasiswa yang pada saat itu diketuai oleh Iskadir khotob, Ernie menjabat sebagai sekretaris 1 Dewan Mahasiswa, selain itu beliau juga aktif di BPM dan juga aktif sebagai Pembina organisasi-organisasi kemahasiswaan lainnya.

Diluar kampus Ernie, juga aktif di Ikapresma, Damas, Pemuda PBB, HMI, dan juga menjadi aktivis di banyak mesjid di Bandung. Ernie juga aktif di ekstrakurikuler Karate dan organisasi-organisasinya Lemakari dan FORKI. Saking sibuknya, bapak Ikadir Khotob pernah bilang “Ernie mah meuni ga sayang badan”. Ernie sangat banyak mengikuti aktivitas oraganisasi padahal dulu beliau sempat mengidap Asma “kalo malam-malam asma saya kambuh, paginya sudah ada di kantor dewan mahasiswa lagi” , katanya sambil tertawa.

Beliau berprinsip untuk selalu memberikan apa yang terbaik yang kita punya, dimanapun kita berada, dimanapun kita berorganisasi harus ‘all-out’ dan professional, walaupun sibuk harus pandai-pandai memanajemen waktu, semua harus dijalani,  tapi harus ada prioritas. Dan juga satu hal yang paling penting dalam menajalani hidup, khususnya organisasi kemahasiswaan adalah ‘ikhlas’, tulus dan tanpa pamrih, bukan materi yang kita cari, tapi hal-hal non-materiil yang diberikan Allah kepada kita sebagai ‘pembelajaran’.

Pada tahun 1980, Ernie harus mengambil satu mata kuliah lagi, karena tidak sesibuk biasanya, Beliau tergoda untuk bekerja dengan gelar ‘sarjana muda’ yang disandangnya, ia bekerja di BNI 46, juga tetap dengan prinsip ‘do the best!’, ia hampir keenakan bekerja. Dan pada tahun 1982, karena motivasi Teman dan Orang tua, Ernie kembali ke bangku perkuliahan, dan lulus dengan nilai ‘mencurigakan’. Mencurigakan yang dimaksud disini adalah suatu nilai dari seorang dosen, yang katanya “tidak pernah memberikan nilai setinggi ini”, karena alasan tersebut, Ernie ditawari sebagai dosen. Dengan senang hati beliau menerima.  “menjadi dosen, ilmu yang dikeluarkan tidak akan pernah berkurang, justru bertambah”, katanya. Dan karena ketekunannya jadilah beliau sebagai professor dibidang manajemen sumber daya manusia.

Ada suatu prestasi yang paling berkesan bagi beliau, yakni pada saat beliau mengikuti konferensi inernasional di Filipina, beliau menyabet 4 sertifikat yakni attending sertifikat, the best consultant practice, the best team in consultant practice, dan the best business games. Semua didapatkan karena terbiasa di organisasi, katanya. Dalam suatu tim, pertemuan, atau seminar, jangan cuma jadi follower, dengarkan dan berikan pendapat, jangan lepas tangan, dan tidak ada kata ‘terserah’.

Menjadi seorang dekan tidaklah mudah, tapi menjadi seorang pemimpin adalah anugerah dari Allah, setiap manusia adalah pemimpin. Tugas kita adalah mensyukuri dan mengembangkan potensi yang ada untuk menjadi berarti, tidak terkait gender, apakah ia laki-laki atau pun perempuan. “Ketika orang melihat potensi yang kita punya, kita tidak dilihat lagi dari apa kita, tapi orang melihat karena kita mampu. Dari 7 calon dekan FE, 5 perempuan dan 2 laki-laki, tapi ternyata 2 laki-laki gugur seleksi” , katanya.

Menjadi seorang pemimpin itu harus kritis analitis, peka dan mampu mengatasi masalah, harus pandai berbicara, karena lidah bisa membuat baik tapi juga memperburuk keadaan, harus kreatif dan pandai berimprovisasi, juga harus bisa menjadi fasilitator, serta membangun hal-hal positif.

Jika mau menjadi pemimpin, mulailah dari sekarang, menjadi mahasiswa jangan hanya mengejar nilai, tapi juga softskill MASAK (Motivation, Attitude, Skill, Ability, Knowledge) yang didapatkan dari organisasi kemahasiswaan. Oleh karena itu, di Fakultas Ekonomi dicanangkan Program “Softskill Development Program” meliputi peningkatan kemampuan bahasa inggris TBI gratis, pelatihan kepemimpinan dan manajerial mahasiswa, motivasi, juga persiapan ke dunia kerja. Karena setiap lulusan, juga merupakan tanggung jawab kita, menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Dalam memimpin, berusaha untuk selalu demokratis, melibatkan mahasiswa, memberi mereka softskill, memotivasi dan memfasilitasi kegiatan kemahasiswaan. Dengan system kepemimpinan three-partheid yang berusaha dibangun, yakni antara dekanat dan karyawan – mahasiswa – alumni.

Sebagai seorang ibu, dalam keluarga dan dalam mendidik anak-anak, ibu dari Bella Dini Nur Annisa dan Kautsar Muhammad Islam ini, juga demokratis, jangan pernah paksakan mereka, berilah contoh. Seperti yang rasulullah dan orang tua beliau contohkan.

“Saya  tidak punya idola”, katanya. Belajarlah dari semua orang, dari keberhasilan maupun kegagalan orang lain. Jadikan apa yang dialami, dilalui, dirasakan, dilihat, didengar, itu sebagai knowledge dari proses pembelajaran.jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah puas, lihat ke bawah dan syukuri apa yang kita punya, lihat ke atas sebagai motivasi untuk kita lebih baik lagi, kembangkanapa yang kita miliki, dan bermanfaatlah bagi orang banyak.

Prof. Ernie juga masih mempunyai cita-cita “ ingin punya kampus yang tingkat internasional di Jatinangor, internasional dosennya, mahasiswanya, intenasional juga pelayanannya. Dan saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak”, katanya.

Pendapat Kelompok :

Setelah melakukan wawancara selama kurang lebih 45 menit pada hari Jumat siang yang cukup mendung, akhirnya kami bisa mewawancrai Ibu Erni selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, beliau sangat akrab sekali bisa dilihat dari bagaimana ia menyambut kami. Dan setelah wanwancara dengan beliau ada beberapa hal yang kami simpulkan :

  1. Beliau merupakan orang yang tegas dalam kepemimpinannya dan sangat lembut dalam penyampaian argumentasinya.
  2. Beliau demikian karena pembawaan orang tuanya yang tegas serta waktu kecl ia mempunyai tuntutan sebagai anak dari Kepala Depdikbud Sumatra, karena itu ia pun selalu tampil beda dengan high self confidence
  3. Dalam menjalani kepemimpinannya, beliau selalu mengutamakan umat (mahasiswa), karena atas alas an itulah beliau ada disana sebagai Dekan FE UNPAD

Dan seperti apakah tipe kepemimpinan beliau di FE UNPAD? Ideal kah dengan UNPAD masa kini dan kedepannya?

Secara garis besar tipe kepemimpinan beliau adalah tipe seorang pemimpin Demokratis, ia ikut berbaur ditengah anggota – anggota kelompoknya (mahasiswa : red). Hubungan pemimpin dengan anggota bukan sebagai majikan dengnan bawahan, tetapi lebih seperti kakak dengan saudara –saudaranya. Dalam tindakan dan usaha – udahanya ia selalu berpangkal kepada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya dan mempertimbangkan kesanggupan dan kemampuan kelompoknya.

Dan kelebihannya dari tipe kepemimpinan beliau ialah :

  1. Dalam melaksanalan tugasnya, ia mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran – saran dari kelompoknya
  2. Ia mempunyai kepercayaan pula pada anggota – anggotanya bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab.
  3. Ia selalu berusaha membangun semangat anggota kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya dengan cara memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan.

Di samping itu, ia juga memberi kesempatan kepada anggota kelompoknya agar mempunyai kecakapan memimpin dengan jalan mendelegasikan sebagian kekuasaan dan tanggung jawabnya.

Dan bagaimana dengan tipe kepemimpinan beliau untuk UNPAD?

Kami rasa itulah yang sekarang dibutuhkan oleh UNPAD saat ini, yaitu mendengarkan. Mendengarkan seluruh lapisan masyarakat dalam setiap keputusan dan cermat dalam menentukan keputusannya demi tercipta kemashalatan umat. Mengapa demikian? Mungkin sebagai mahasiswa kita sering kali mempunyai paradigma yang kadang jauh sekali dengan para Birokrat, terlebih lagi di UNPAD.  Ketika kami menyuarakan suara kami menuntut kepastian dari tiap keputusan Birokrat kadang tidak didengarkan atau kadang bahkan diacuhkan. Untuk itulah kita butuh pemimpin yang mau mendengarkan dalam menentukan setiap keputusan yang diambil. UNPAD butuh seorang pemimpin seperti itu karena ketika umat (mahasiswa) diperhatikan dalam tiap langkah pemimpin untuk mengambil keputusan, kita (mahasiswa) juga merasa dihargai kehadirannya oleh para pemimpin itu.

2 responses to this post.

  1. Posted by Yosi / Joe on June 4, 2010 at 21:40

    Selamat mlm, kami akan mengadakan kegiatan di lembang bandung yg salah 1 acaranya adalah motivasi dalam bidang ekonomi / perbankan. Apakah kami bisa di bantu oleh Ibu Prof Dr Ernie Tisnawati Sule M.Si sebagai motivator dalam acara kami. Seandainya bisa saya bisa mendapatkan Kontak ibu Ernie? Ini kontak saya Joe 0812 1415 8888. Saya tgg kbr baik dari Ibu. Trima kasih atas bantuannya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: