Persimpangan

Jika kemarau tak memberi harapan pasti pada bulir padi yang menanti, biar tandus tanah yang kering ku pijak tegap mengerti. Mengerti jika menunggu itu hanyalah masalah waktu, waktu tuk meyakinkan diri bila kaulah yang sejati.

 

Ku masih disini, di 364 hari yang hampir terlewati. Hanya bunyi jangkrik di penghujung hari musim kemarau yang saling melantunkan rindu setia menemani. Ku buka lagi goresan tangan mu yang masih tersimpan rapih, dan tetap sama, tak ada yang berubah.

 

Wahai kekasih, wahai sahabat hati, mungkin kita telah menemukan jalan yang berbeda. Jalan menuju cita akan arti hidup yang sebenarnya. Jikalau memang dalam jalan mu itu aku lah yang kau cari, percayalah aku pun begitu. Jalan berbeda boleh jadi tak apa jika memang satu tujuan, barang kali jalinan simpul sahabat kala itu adalah persimpangan akan pertemuan jalan kita berdua.

 

Sampai bertemu lagi di persimpangan yang lain, di empat tahun itu.

 

 

One response to this post.

  1. Posted by asra sierra on February 14, 2011 at 09:31

    ninggalin jejak…
    ^^,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: